Minggu, 06 Juni 2010

MAR. PENGEMBANGAN KARYAWAN

Pengembangan karyawan dirasa sangat penting karna tuntutan pekerjaan sebagai akibat kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan diantara perusahaan yg sejenis.

Pengembangan adalah suatu usaha utk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan sesuai dg kebutuhan pekerjaan melalui pendidikan dan latihan.

Menurut Drs. Jan Bella, pendidikan dan latihan sama dg pengembangan yaitu proses peningkatan keterampilan kerja baik teknis maupun manajerial. Pendidikan berorientasi pd teori, dilakukan dlm kelas, berlangsung lama dan biasanya menjawab why. Sedangkan latihan berorientasi pd praktek, dilakukan di lapangan, berlangsung singkat dan biasanya menjawab how.

Tujuan pengembangan antara lain:
a. Produktivitas kerja.
b. Efisiensi.
c. Mengurangi Kerusakan barang, produksi, mesin, dll.
d. Mengurangi tingkat kecelakaan kerja karyawan.
e. Meningkatkan pelayanan.
f. Mengembangkan moral karyawan.
g. Meningkatkan karier.
h. Konseptual, yaitu manajer semakin cakap dan cepat dlm mengambil keputusan yg lebih baik, hal ini dikarenakan technical skill, human skill dan managerial skillnya telah baik.
i. Kepemimpinan akan menjadi lbh baik.
j. Balas jasa (gaji, insentif, dll) akan meningkat.
k. Memuaskan Konsumen.

Prinsip pengembangan adalah peningkatan kualitas dan kemampuan bekerja para karyawan.

Jenis-jenis pengembangan
a. Pengembangan secara informal, dimaksudkan yaitu adanya keinginan dr karyawan sendiri utk maju dg cara meningkatkan kemampuan kerjanya.
b. Pengembangan secara formal, yaitu karyawan ditugaskan perusahaan utk mengikuti pendidikan dan latihan, baik yg dilakukan perusahaan maupun yg dilaksanakan oleh lembaga2 pendidikan dan pelatihan.


Pelatih dan instruktur, yaitu org atau tim yg memberikan pendidikan/latihan kpd para karyawan. Pelatih terdiri dari, pelatih internal, pelatih eksternal serta pelatih gabungan antara keduanya.

Syarat-syarat pelatih
1. Teaching skills, mempunyai kecakapan utk mendidik, membimbing dan memberikan pengetahuannya kpd peserta didik.
2. Communication skills, mempunyai kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif.
3. Personality authority, yaitu memiliki kewibawaan thd peserta didik.
4. Social skills, memiliki kemahiran dlm bidang sosial.
5. Technical competent, berkemampuan teknis, kecakapan teoretis dan tangkas dlm mengambil suatu keputusan.
6. Stabilitas emosi.


Proses pengembangan, antara lain:
1. Sasaran yg ingin dicapai.
2. Kurikulum yg tepat.
3. Sarana.
4. Peserta.
5. Pelatih.
6. Pelaksanaan


Metode-metode pengembangan
1. Metode latihan dan training
Metode latihan menurut Andrew F. Sikula:
a. On the job training, langsung bekerja dibawah bimbingan pengawas.
Kebaikannya, pekerja langsung pd kenyataan pekerjaan dan peralatan.
Keburukannya, pelaksanaan sering tdk teratur (tdk sistematis) dan kurang efektif jika pengawas kurang berpengalaman.

b. Vestibule, yaitu latihan yg dilakukan dlm kelas dlm bentuk peragaan dan percobaan melalui sebuah duplikat bahan2 dan alat2 yg nantinya akan mereka temui dlm situasi kerja yg sebenarnya.

c. Demonstration and example, yaitu latihan yg dilakukan dg cara demonstrasi dan contoh. Biasanya metode ini yg paling efektif.

d. Simulation, yaitu suatu situasi atau keadaan yg ditampilkan semirip mungkin dg situasi yg sebenarnya tp hanya merupakan tiruan saja.

e. Apprenticeship, yaitu suatu cara mengembangkan keahlian pertukangan sehingga karyawan dpt mempelajari segala aspek dr pekerjaannya.

f. Classroom methods, yaitu metode dlm ruang. Meliputi, lecture (pengajaran), conference (rapat), programmed instruction, metode studi kasus, role playing, metode diskusi dan metode seminar.


2. Metode pendidikan/development, menurut Andrew F. Sikula:
a. Training methods atau classroom method
b. Understudies, yaitu teknik pengembangan yg dilakukan dg praktek langsung bagi seseorang yg dipersiapkan utk menggantikan jabatan atasannya.

c. Job rotation and planned progression yaitu teknik pengembangan yg dilakukan dg cara memindahkan peserta dr suatu jabatan ke jabatan lainnya secara periodik utk menambah keahlian dan kecakapan pd setiap jabatan.

d. Coaching-counseling

Coaching yaitu metode pendidikan dg cara atasan mengajarkan keahlian dan keterampilan kerja pd bawahannya.





Counseling adalah suatu

Perbedaan coaching dan counseling:
1. Coaching
-dilakukan utk pegawai langsung
-berhubungan dg pekerjaan/jabatan2
-jangka waktunya panjang
-sering dilakukan
-hubungan merupakan hubungan lini atau perintah
-ditujukan kpd semua pegawai

2. Counseling
-Dilakukan utk pejabat/manajer
-berhubungan dg masalah pribadi
-jangka waktunya singkat
-jarang dilakukan
-hubungan merupakan hubungan staf atau bukan perintah
-ditujukan pd pegawai tertentu saja

e. Junior board of executive or multiple management
f. Business games
h. Sensitivity training
i. Other development method

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar